Becoming Online Parents

Becoming Online Parents

Menjadi Orangtua Daring

Oleh Frida Dwiyanti

29 Juli 2021, 12:00 WIB

 

Peran orangtua sangat penting dalam pembelajaran jarak jauh selama pandemi ini. Untuk ini, orangtua perlu mengenali kepribadian dan gaya belajar anak-anak mereka serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di rumah.

Mengawali tahun ajaran baru yang masih dalam suasana pandemi, yakni dengan belajar dari rumah, memang bukan hal yang baru. Menjadi guru di rumah dan mendampingi anak-anak kita saat mereka mengikuti kelas daring pun mungkin sudah dialami oleh sejumlah orangtua. Tetapi, masih ada beberapa hal yang perlu diketahui dan disiasati oleh para orangtua menjelang tahun ajaran baru pada masa belajar daring ini. Apalagi bagi orangtua baru yang benar-benar baru mendaftarkan putra-putrinya masuk sekolah.

Banyak yang tidak sama dengan pengalaman masa sekolah orangtua ini. Bagi yang berpikir bahwa belajar daring lebih membutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan pengetahuan akan penggunaan gadget, maaf, Anda belum sepenuhnya tepat. Bukan hanya ketiga hal itu saja yang dibutuhkan. Ada hal-hal lain.

Pertama, para orangtua harus memahami gaya belajar anak-anaknya. Apakah mereka tipe yang suka duduk dan memperhatikan dengan saksama uraian guru di depan layar mereka; ataukah mereka tipe anak yang duduk, tetapi terus menggoyang-goyangkan kaki, badan, jemari, atau tangan mereka dengan tetap mata menatap layar; atau tipe ketiga, mereka yang tidak memandang layar, seolah sibuk sendiri tetapi tampak mendengar?

Para orangtua budiman, ketiga hal tersebut di atas disebut dengan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Pemelajar visual adalah anak-anak yang cenderung memperhatikan dengan saksama. Pemelajar auditori, sebaliknya, mereka seolah tidak menatap layar, tetapi menggunakan indera pendengarannya untuk menyimak kelas daring. Adapun pemelajar kinestetik adalah anak-anak dengan tipe gaya belajar yang tidak mau diam, seakan sibuk bergerak dan dinamis menggerakkan anggota tubuhnya, tetapi dia menatap atau mendengar gurunya yang sedang menjelaskan paparan di layar.

Kedua, orangtua juga mengenal daya rentan dan panjangnya fokus serta ketahanan diri anak-anak kita. Siswa PAUD, TK, dan SD kelas kecil masih sangat membutuhkan pendampingan guna membiasakan diri belajar di depan layar. Periksa terus fokus mereka akan kelas daring yang sedang berlangsung.

Hal yang juga perlu diperhatikan adalah daya tahan anak terhadap rasa bosan sekiranya mereka tampak sudah lama duduk dan memperhatikan layar. Ajak anak-anak kita rehat dan menjauhi layar manakala jam istirahat diberikan. Kita harus tegas dan disiplin karena beberapa anak kerap melanjutkan kegiatan daring mereka dengan terus berkegiatan daring lagi bersama temannya atau melakukannya sendiri.

“Hal yang juga perlu diperhatikan adalah daya tahan anak terhadap rasa bosan sekiranya mereka tampak sudah lama duduk dan memperhatikan layar.”

Ini artinya bahwa orangtua harus tegas mematikan laptop atau gawainya ketika jam istirahat. Ajak anak berdiri, berjalan, bergoyang badan, menjauhi gadget-nya, dan karena kita tinggal tetap di rumah, hal yang paling mudah dilakukan adalah mengajaknya beristirahat merebahkan diri dan melatih pandangan matanya karena selama waktu tertentu, perhatian dan matanya harus bekerja keras di depan layar.

Ketiga, orangtua mengenal tipe kepribadian anak-anak: ekstrover/introver atau dominan/tidak, atau punya jiwa pemimpin/follower, atau tipe anak yang santai atau yang bagaimana? Orangtua bisa mengadakan tes sederhana untuk mengetahui hal tipe kepribadian anak dengan membaca dan menerapkan tips-tips dan cara menilai anak. Amati gaya dan sikap anak-anak kita ketika mereka mengikuti kelas dan berada di antara kawan-kawannya.

 

Tegas dan disiplin

 

Keempat, orangtua juga harus bersikap tegas dan disiplin. Tegas dengan membantu anak mengikuti jadwal yang sudah diberikan gurunya dan mendisiplinkan anak ketika jam belajar sudah akan dimulai. Peringatan harus tetap diberikan tanpa harus disertai nada suara mengancam atau membentak, yang alih-alih menjadikan anak-anak kita makin tidak menikmati belajar daringnya.

Kelima, orangtua bersikap bijaksana, tetapi tetap toleran ketika mendampingi anak-anak kecil duduk belajar di depan layar. Kalau anaknya sudah besar, sikap bijaksana harus makin dikedepankan karena alasan menjauhi belajar daring makin bervariasi dan kreatif karena anak-anak kita di kelas atas sudah memiliki pengalaman lebih lama dalam belajar luring. Mereka sudah bisa membanding-bandingkan antara pengalaman belajar di kelas sesungguhnya dan belajar dari rumah.

Keenam, orangtua harus menjadi pendengar baik dan aktif akan apa saja yang akan dikemukakan oleh anak-anak kita, dan menjadi penanya yang baik pula ketika melihat mereka mulai menunjukkan sikap enggan belajar. Tunjukkan empati kita karena belajar dari rumah secara daring bukanlah hal mudah yang bisa dipahami anak-anak dengan cepat.

Ketujuh, jangan segan-segan menghubungi guru kelas/pihak sekolah dan menanyakan strategi yang dapat diterapkan dalam mendukung anak belajar di rumah. Orangtua bukanlah seorang guru; meskipun kita mengenal dan merawat anak-anak kita sedari bayi. Para guru menguasai ilmu pengajaran dan pedagogi (belajar-mengajar) yang diperoleh melalui kemampuan profesionalnya, pengalaman, dan melalui pelatihan yang diikutinya. Menjadi guru bukanlah hal yang mudah, tetapi kita percaya bahwa guru pertama anak-anak kita adalah orangtuanya.

Kedelapan, kenali diri kita dan jadilah teladan bagi anak-anak kita. Kita harus bisa lebih mengontrol suasana belajar di rumah dan menjadi contoh nyata bagi anak-anak. Misalnya, kita beristirahat dari HP ketika anak-anak kita sedang istirahat sehingga terjalin komunikasi di antara orangtua dan anak.

Orangtua wajib mengenali dirinya sendiri karena anak-anak kita merupakan cerminan diri kita dan pasangan kita. Kalau misalnya kita mendapati anak kita belajar dengan cara A, bisa jadi tipe A itu juga tipe belajar kita atau pasangan kita tanpa kita sadari.

“Orangtua harus memberikan waktu tertentu untuk anak-anak untuk tetap dapat bermain karena dunia anak-anak itu dunia bermain.”

Kesembilan, orangtua harus memberikan waktu tertentu untuk anak-anak tetap dapat bermain karena dunia anak-anak itu dunia bermain. Berikan anak-anak kita kesempatan bergerak, meluangkan hobinya, bermain sendiri, bermain bersama saudaranya, atau kegiatan bermain yang lain. Hal ini tidak hanya memberikan waktu bebas dari layar gadget, tetapi juga menyediakan waktu rileks dan memberikan kebebasan waktu sendiri (me time) kepada anak-anak kita.

Kesepuluh, orangtua dapat menciptakan suasana belajar di rumah menjadi seperti kelas yang sebenarnya dengan menyediakan ruangan khusus yang terdiri dari meja, kursi, lampu penerangan yang jelas, dan sirkulasi udara yang bebas supaya anak dapat merasa nyaman ketika belajar dari rumah.

Demikianlah 10 tips menjadi orangtua belajar daring. Semoga bermanfaat bagi para orangtua dalam memasuki tahun ajaran baru saat ini. Semangat!

 

Frida DwiyantiKepala Sekolah Sampoerna Academy Sentul


 

 

 

 

Becoming Online Parents

 By Frida Dwiyanti

29 Juli 2021, 12:00 WIB

 

 

The role of parents is very important in distance learning during the pandemic. Therefore, parents need to understand the personality and learning style of their children and create a pleasant learning atmosphere at home.

Starting a new school year in a pandemic situation means another round of learning from home. This isn’t something new. Being a teacher at home and accompanying our children while they take online classes may also be experienced by some parents. However, there are still a few things that parents need to know and take care of before the new school year during this online learning period begins, especially for new parents who have just enrolled their children in school.

Each experience among parents during online learning is different. For parents who think that online learning only requires more patience and also knowledge in using gadgets, very sorry to deliver the bad news, but you’re not entirely right. It’s not just these things that are needed, there are other things that are equally important.

First, parents must understand their children’s learning styles. Are they the type to sit and pay close attention to the teacher’s explanation in front of their screen; or are they the type of children who sit but continue to wiggle their legs, body, fingers, or hands with their eyes fixed on the screen; or the third type, those who do not look at the screen and keeping their selves busy while still paying attention?

Dear parents, the three things mentioned above are called visual, auditory, and kinaesthetic learning styles. Visual learners are children who tend to pay close attention. Auditory learners, on the other hand, don’t seem to be looking at the screen but are using their sense of hearing to listen to online classes. Meanwhile, kinaesthetic learners are children with the type of learning style who does not want to stay still, are very active, and always dynamically moving their limbs, but they still look at or hear the teacher who is explaining the presentation on the screen.

Second, parents should recognize the vulnerability and length of focus and also the resilience of their children. Early childhood, kindergarten, and elementary school students still need assistance to get used to studying in front of a screen. Keep an eye on their focus on ongoing online classes.

What also needs to be considered is the child’s resistance to boredom when they have been sitting for a long time in front of the screen. Invite your children to take a break and stay away from screens during recess. We must be firm and disciplined because some children often continue their online activities by continuing to be online for fun, alone, or with their friends.

  What also needs to be considered is the child’s resistance to boredom when they have been sitting for a long time in front of the screen.”

This means that parents must firmly turn off their laptops or devices during recess. Invite children to stand, walk, sway, stay away from their devices, and because we’re staying at home, the easiest thing to do is to take a break, lie down and give their eyes a rest because, during a certain period of time, their eyes and attention have to work really hard in front of the screen.

Third, parents need to know their children’s personality types: extroverted/introverted, dominant/not, have a leader/follower spirit, the type of child who is relaxed or something else? Parents can conduct a simple test to determine the child’s personality type by reading and applying the tips and ways of assessing the child. Observe the style and attitude of our children when they attend classes and are among their peers.

Firm and Disciplined

 

Fourth, parents must also be firm and disciplined. Be firm by helping children follow the schedule that has been given by the teacher and discipline children when study hours are about to start. Warnings must still be given without having to be followed by a threatening or yelling tone of voice, which instead makes our children less enjoying their online learning.

Fifth, parents need to be wise but remain tolerant when accompanying small children to sit and study in front of the screen. When the child is older, parents need to be wiser because their child might have varied excuses to stay away from online learning since children in upper grades have longer experience in offline learning. They will be able to compare the experience of learning in the real classroom and learning from home.

Sixth, parents must be good and active listeners of what their children will say and be good questioners when they see them begin to show a reluctance to learn. Show our empathy because learning online from home is not an easy thing that children can understand quickly.

Seventh, do not hesitate to contact the teacher/school and ask about strategies that can be applied to support children’s learning at home. Parents are not teachers; even though we know and care for our children from infancy. The teachers master the science of teaching and pedagogy (teaching and learning) which are obtained through their professional abilities, experience, and training, they participate in. Being a teacher is not easy, but we believe that parents are our children’s first teachers.

Eighth, know ourselves and be an example for our children. We must be able to control the learning atmosphere at home and be a real example for children. For instance, we should take a break from our cell phones during our children’s recess so that we can establish communication between parents and children.

Parents must aware of themselves because our children are a reflection of us and our partners. If, for example, we find our child learns the A way, it could be that A is also our learning type without us realizing it.

 “Parents must allow a certain time for children to still be able to play because the world of children is the world of play.”

Ninth, parents must allow a certain time for children to still be able to play because the world of children is the world of play. Give our children the opportunity to move, spend their hobbies, play alone, play with their siblings, or do other activities. This not only provides free time from the screen but also provides relaxation time and gives our children their me-time.

Tenth, parents can create a learning atmosphere at home to be like a real classroom by providing a special room consisting of a table, chairs, clear lighting, and free air circulation so that children can feel comfortable when learning from home.

Those are 10 tips we can share on becoming online learning parents. Hopefully, they will be of help for parents in entering this new school year. Keep your spirits up, parents!

 

Frida Dwiyanti, Principal of Sampoerna Academy Sentul

 

 

Original article published by Kompas.id

https://www.kompas.id/baca/opini/2021/07/29/menjadi-orangtua-daring