Melalui “United Nations Day”, Sampoerna Academy Perkenalkan Keragaman Dunia

Dalam event “UN Day” yang akan digelar tanggal 26 Oktober 2019, Sampoerna Academy ingin memperkenalkan keragaman yang ada di dunia. Hal ini sesuai dengan pendidikan berkualitas Internasional yang diterapkan di sekolah dengan kurikulum berkualitas global tersebut.

Jakarta, 26 Oktober 2019 – Melalui penyelenggaraan event “UN Day”, sekolah Internasional Sampoerna Academy (SA) dengan bangga mempersembahkan pendidikan berkualitas yang menerapkan kurikulum yang telah disesuaikan (Cambridge dan IBDP) dan didukung dengan pendekatan STEAM yang dikaitkan dengan 4C. Sehubungan dengan itu, SA ingin memperkenalkan keragaman dunia melalui United Nations (UN) Day dan bagaimana keragaman memperkaya budaya melalui seni.

Acara UN Day tersebut diadakan di Sampoerna Academy pada hari Sabtu tanggal 26 Oktober 2019. Adapun UN Day kali ini bertujuan agar lebih banyak yang mengetahui tentang bagaimana (sikap) para siswa sekolah internasional Sampoerna Academy mengenai keragaman global tetapi tetap setia pada akar budaya setempat, dan mengedepankan kesadaran dan empati sosial.

Tema yang diambil dalam UN Day tahun ini ialah “Stay Together and Step Up”. Menurut Presiden Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ESOSOC) Inga Rhonda King dalam pernyataannya terkait Sustainable Development Goals (SDG) yang ditargetkan akan tercapai pada tahun 2030. , semua tujuan dalam SDG akan tercapai apabila seluruh warga dunia “bersatu dan melangkah bersama”.

Sementara itu, Dr. Mustafa Guvercin selaku Direktur Sampoerna Academy menyatakan bahwa Sekolah Internasional Sampoerna Academy dengan pendidikan berkualitas yang menerapkan kurikulum yang telah disesuaikan (Cambridge dan IBDP) dan didukung dengan pendekatan STEAM menyelenggarakan United Nations (UN) Day untuk memperkenalkan keragaman global. “Kemajemukan inilah yang memperkaya murid-murid kami dan mengajarkan mereka untuk tetap setia pada akar budaya mereka masing-masing dan mengedepankan kesadaran dan empati sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Keragaman tersebut Sampoerna Academy L’Avenue campus sendiri memiliki murid-murid dengan latar belakang yang berbeda secara kewarganegaraan. Tepatnya ada 28 kewarganegaraan dari murid-murid yang bersekolah di Sampoerna Academy L’Avenue campus dan menjadikan Sampoerna Academy sebagai salah satu sekolah pilihan warga dunia (mereka berasal dari benua Amerika, Australia, Asia, dan juga Eropa).

Melalui metode pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, dan Math) dan 5C (critical thinking, communication, collaboration, creativity, dan character), masih menurut beliau, murid-murid di Sampoerna Academy diharapkan mampu untuk mengembangkan kemampuan berempati, yakni

kemampuan memahami perasaan orang lain dan memberikan respon yang sesuai sehingga memungkinkan mereka untuk dapat memberikan pertolongan dan/atau membantu sesuai dengan kebutuhan seseorang yang terkait.

Sampoerna Academy dikenal sebagai sekolah yang menerapkan kurikulum internasional yang telah disesuaikan (tailored International curriculum), yakni IEYC, Cambridge dan juga IBDP, sangat diminati oleh para orang tua yang ingin anak-anaknya mendapatkan fondasi pendidikan mulai dari ELC, primary hingga secondary yang baik dan kuat. Ditambah dengan murid-murid Sampoerna Academy yang tidak hanya berasal dari negara Republik Indonesia ini.

Tak hanya itu, Sampoerna Academy juga menerapkan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Math) serta beragam soft skills yang kelak bermanfaat bagi keberhasilan anak-anak di masa datang. Dengan pendekatan tersebut, para siswa Sampoerna Academy belajar mata pelajaran di luar buku teks dan juga di luar kelas. Mereka didorong untuk mempelajari mata pelajaraan melalui lima sudut pandang STEAM. Melalui STEAM ini pun, murid-murid Sampoerna Academy diajarkan untuk dapat mengembangkan 5C.