September 28, 2022

Apa Itu Rangkaian Seri dan Paralel? Pengertian dan Jenisnya

rangkaian seri dan paralel

Adanya rangkaian listrik disebut sebagai jalur transmisi yang berisi perangkat elektronik dengan membentuk arus listrik. Dalam hal ini terdapat dua jenis rangkaian dasar listrik, bentuknya berupa rangkaian seri dan paralel. Dalam materi ini para siswa dan siswi akan mulai mempelajari terkait perbedaan dari kedua rangkaian lewat penjelasan ini.

Kedua jenis rangkaian listrik atau elektronik memiliki fungsi yang berbeda, apabila terdapat salah satu lampu di rumah sengaja di padamkan sehingga lampu lain tidak akan ikut padam dan tetap menyala. Namun dalam rangkaian seri, apabila salah satu padam maka lampu lain juga secara otomatis ikut dipadamkan dalam satu waktu.

Rangkaian Seri

Rangkaian seri adalah suatu rangkaian elektronik atau listrik yang dalam proses penyusunannya dilakukan menggunakan cara yang berurutan. Adanya komponen dalam rangkaian, disusun menggunakan satu jalur karena itu seluruh komponen yang ada di dalamnya. Hingga mampu dialiri oleh arus listrik, rumus dalam rangkaian ini adalah sebagai berikut.

Rs = R1+R2+R2+ …

Keterangan

Rs = Hambatan Total Rangkaian Seri (Ω atau Ohm)

R1 = Hambatan Pertama (Ω atau Ohm)

R2 = Hambatan Kedua (Ω atau Ohm)

R3 = Hambatan Ketiga (Ω atau Ohm)

Rangkaian Paralel

Rangkaian paralel adalah sebuah rangkaian elektronik atau suatu listrik dengan proses penyusunannya dilakukan secara sejajar atau bersusun. Pengertian sederhananya, rangkaian tersebut terhubung dengan cara berderet. Kemudian sumber arus listrik yang terdapat di dalamnya hingga bercabang-cabang.

Karena itu dalam setiap komponen yang dilalui arus listrik bisa dijumlahkan menjadi jumlah total arus secara keseluruhan. Untuk rumus rangkaian paralel yang perlu dipahami adalah 1/Rs + 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + …, berikut keterangan masing-masing simbol yang dimaksud dalam rumus rangkaian paralel tersebut.

Rp = Hambatan Total Rangkaian Paralel (Ω atau Ohm)

R1 = Hambatan Pertama (Ω atau Ohm)

R2 = Hambatan Kedua (Ω atau Ohm)

R3 = Hambatan Ketiga (Ω atau Ohm)

Setelah memahami rumus rangkaian seri dan paralel, perlu diketahui dalam rangkaian paralel juga memiliki ciri-ciri khusus dan untuk bisa membedakannya menggunakan rangkaian listrik atau rangkaian elektronik lain. Berikut ini ciri-ciri dari rangkaian paralel, berikut beberapa ciri yang terdapat dalam rangkaian paralel. 

  • Proses penyusunan semua komponen yang ada dirangkai dengan cara bersusun.
  • Semua cabang rangkaian paralel dialiri arus yang besarannya berbeda-beda.
  • Setiap komponen dalam rangkaian paralel dikaitkan dengan sumber tegangan.

Untuk ciri ketiga menyasar pada kutub negatif maupun kutub positif, karena itu setiap komponen bisa memperoleh tegangan dengan besaran yang sama. Meskipun setiap munculnya kendala di komponen listrik menimbulkan munculnya sejumlah kendala total yang kecil. Lebih lanjut perlu juga memahami kelebihan dan kekurangan yang terdapat pada rangkaian ini.

Kelebihan dari Rangkaian Paralel

  • Jika salah satu komponen atau cabang listrik yang terdapat di dalamnya mengalami kerusakan atau putus misalnya, maka komponen lain yang terdapat di rangkaian itu masih berfungsi.
  • Semua komponen yang saling berkaitan dan berhubungan dengan saklar tidak akan kuat terhadap komponen yang lain.
  • Misalnya dapat dilihat ketika salah satu sakral yang terhubung dengan lampu rumah sengaja dimatikan, namun lampu lain yang saklarnya tidak dimatikan tidak ikut padam.

Kekurangan Rangkaian Paralel

  • Memerlukan penghantar listrik atau kabel yang banyak dalam merangkai semua komponen listrik yang ada.
  • Untuk menggunakan rangkaian paralel biasanya memerlukan biaya yang tergolong lebih mahal ketimbang rangkaian lainnya.

Baca juga: Pengertian Sel Volta, Fungsi, Notasi Hingga Perbedaan

Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel

rangkaian seri dan paralel

Cara Menyusun Komponen Listrik

Cara penyusunan komponen listrik dalam kedua rangkaian ini berbeda, untuk melakukan identifikasi terhadap keduanya cukup mudah yakni dengan hanya melihat cara pemasangan komponen listriknya saja. Komponen rangkaian paralel biasanya disusun dengan cara berderet dari sumber energi listrik, kemudian rangkaian seri biasanya disusun dengan cara bersusun dari sumber listrik.

Kemudian berkaitan dengan penghubung kabel, di mana dalam rangkaian paralel semua komponen dihubungkan dengan cara bercabang meski tetap berkaitan dengan satu daya. Yakni kutub negatif dan positif, karena setiap cabangnya dialiri arus listrik dengan besaran yang berbeda-beda meskipun tetap memiliki besaran tegangan di setiap cabang yang sama.

Untuk rangkaian seri semua komponen yang ada tidak bercabang, sehingga adanya arus listrik searah hingga besaran arus listrik yang mengalir di dalam rangkaian tersebut. Memiliki besaran tegangan yang berbeda-beda, rangkaian seri mempunyai tegangan yang asalnya dari jumlah masing-masing hambatan hingga besar kendala berasal dari hasil bagi antara tegangan dan kekuatan arus.

Penggunaan Kabel dan Saklar

Penggunaan kabel dan saklar dalam pemasangan atau penyusunan komponen listrik secara seri, memerlukan kabel dan saklar yang jumlahnya sedikit. Sehingga sering disebut sebagai rangkaian yang memiliki biaya terjangkau. Jenis ini banyak dipakai untuk memasang listrik di rumah-rumah, sementara rangkaian paralel memiliki banyak cabang.

Karena itu rangkaian listrik paralel disebut sebagai rangkaian listrik dengan biaya yang mahal, apabila dilihat dari segi biaya. Rangkaian listrik sangat dianjurkan untuk digunakan sebagai aliran penerangan lampu rumah ketimbang rangkaian listrik paralel. Rangkaian Listrik perpaduan antara rangkaian seri dan paralel disebut rangkaian seri-paralel.

Kontinuitas Komponen Listrik

Kontinuitas komponen listrik sebagai salah satu faktor dengan membedakan rangkaian seri dan paralel. Kontinuitas rangkaian seri memiliki konsep semua komponen akan padam atau mati, jika saklarnya dimatikan. Kemudian bisa terjadi karena munculnya arus daya yang menghubungkan semua komponennya berjalan searah.

Kontinuitas untuk rangkaian paralel memiliki konsep berupa jika salah satu lampu dipadamkan, maka lampu yang lain tidak akan ikut padam. Kemudian terjadi karena semua cabang yang terdapat di dalam rangkaian yang ada saling terhubung dengan satu daya, khususnya pada kutub positif dan kutub negatif.

Hambatan Total

Hambatan total yang ada pada rangkaian seri bisa dilihat lewat besaran dengan cara penjumlahan semua hambatan yang ada atau resistornya saja. Hal ini dikarenakan arus listrik yang melewati setiap hambatan yang muncul di dalam rangkaian itu. Artinya hambatan total berasal dari jumlah hambatan 1, 2, 3 dan seterusnya.

Kemudian untuk rangkaian paralel memiliki hambatan yang lebih kecil, hal itu didasarkan pada adanya satu daya dari rangkaian itu sendiri untuk mengaliri arus listrik yang berbeda. Khususnya pada setiap hambatan yang ada, artinya semua hambatan total paralel berasal dari jumlah satu per satu hambatan yang ada, atau satu per dua hambatan dan seterusnya.

Rumus hambatan berupa tegangan yang dibagi dengan arus, adanya rumus membuat mengetahui arus yang ada di dalam rangkaian seri dan paralel dan tegangannya. Nilai hambatan yang ada cukup menyesuaikan dengan perhitungan yang sudah digunakan.

Sampoerna Academy

Demikian penjelasan mengenai rangkaian paralel dan seri, mulai dari pengertian, jenisnya hingga kelebihan dan kekurangan yang ada. Sampoerna Academy menerapkan sistem pembelajaran tak hanya pemahaman teori, tetapi juga praktek di dalam kelas. Mulai dari tingkat dasar sampai tingkat perguruan tinggi.

Sampoerna Academy memberi fasilitas lengkap bagi para siswa dan siswi, khususnya saat mempelajari materi di dalam kelas dan di luar kelas. Proses belajar yang diterapkan bersama guru dan tenaga pengajar juga dibekali akreditasi internasional. Dengan pemberian pembelajaran lewat kerja kelompok dan skenario pembelajaran di kehidupan nyata.

Untuk informasi lebih lanjut terkait pendaftaran, kurikulum, kunjungan, dan informasi seputar Sampoerna Academy silakan mengisi data di bawah ini.

[formidable id=7]

Referensi

Kompas
royalslot88