Agustus 8, 2022

Pengertian Discovery Learning, Langkah, Kelebihan dan Contohnya

discovery learning

Discovery learning menjadi sebuah sistem dari model pembelajaran yang tujuannya mengarahkan peserta didik menemukan pengetahuan yang ingin disampaikan saat pembelajaran secara mandiri. Metode ini mudahnya akan membuat peserta didik mencari cara tersendiri dalam memahami ilmu pengetahuan, namun jika dipahami lebih lanjut artinya bisa sangat kompleks.

Suatu rangkaian pembelajaran dengan melibatkan seluruh kemampuan secara maksimal dari kemampuan yang dimiliki peserta didik. Kemampuan peserta didik ini meliputi bagaimana cara mereka melakukan penyelidikan secara sistematis, kritis dan logis. Hal itu akan membawa mereka menemukan sendiri pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai wujud perubahan yang ada.

Pengertian Discovery Learning

discovery learning

Discovery learning adalah seluruh rangkaian dari kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal dari seluruh kemampuan peserta didik. Hal ini diarahkan untuk mencari serta memahami dengan sistematis, kritis dan logis untuk dapat menemukan sendiri ilmu pengetahuan yang dicari dan sikap serta keterampilan yang merupakan bentuk perubahan perilaku.

Sistem pembelajaran ini cenderung berpusat pada peserta didik, berbeda dengan sistem lain yang mengandalkan guru. Adanya pengalaman langsung serta proses pembelajaran adalah fokus utama ketika melaksanakan sistem ini, selain itu model ini menjadi metode yang menekankan peserta didik pada pengalaman langsung.

Secara umum pengertian mudah dari metode pembelajaran ini lebih mengutamakan pada proses ketimbang hasil belajar yang dilakukan peserta didik. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran ini mengarah dalam membantu peserta didik menemukan ilmu pengetahuan secara mandiri dengan pengalaman yang dialami saat proses dilakukan.

  • Arends

Model pembelajaran discovery learning menekankan proses dari pembelajaran berpusat pada peserta didik, kemudian dengan pengalaman belajar secara aktif. Proses belajar ini membuat mereka membimbing peserta didik dalam menemukan dan mengemukakan gagasan terkait bahan atau topik yang dipelajari.

  • Rusman

Ahli pendidikan ini mengungkapkan yang dimaksud dengan model pembelajaran tersebut memberi dukungan seorang individu dan kelompok dalam menemukan pengetahuan yang ingin dipelajari. Hal ini berdasarkan pada pengalaman yang didapat dan hal itu menjadi target utama dari metode pembelajaran ini.

  • Karim dan Daryanto

Metode discovery learning disebutkan sebagai model pembelajaran yang diterapkan para guru dan pelaksanaannya diatur sesuai dengan proses belajar sedemikian rupa. Hal ini membuat siswa bisa mendapatkan pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahui, namun tidak disampaikan terlebih dulu dan peserta didik bisa menemukannya sendiri.

  • Saefudin dan Berdiati

Discovery learning artinya salah satu proses pembelajaran yang penerapannya dilakukan atau terjadi jika peserta didik tak diberi ilmu pengetahuan atau pelajaran dalam bentuk final. Namun ilmu pengetahuan didapat dari proses penemuan secara mandiri alias mereka berusaha mengetahui secara sendiri ilmu pengetahuan itu.

  • Richard

Richard menyebutkan bahwa penerapan metode ini membuat para tenaga pengajar wajib memiliki kemampuan dalam membuat peserta didik turut serta dalam proses kegiatan belajar dan mengajar. Hal ini dilakukan secara aktif seperti bertukar pendapat yang kemudian diimplikasikan dengan diskusi bersama.

Baca juga: Pembelajaran Kontekstual, Pengertian, Manfaat & Prinsip

Langkah Menuju Model Pembelajaran Discovery Learning

  • Stimulus

Sintak discovery learning sekaligus langkah pertama adalah memulai kegiatan proses belajar dari pembelajaran yang dilakukan peserta didik dan guru. Interaksi yang muncul seperti mengajukan pertanyaan, membaca buku dan yang lainnya. Proses ini menekankan mengenai bagaimana arah kesiapan peserta didik dalam memecahkan masalah.

  • Identifikasi Masalah

Proses identifikasi memberi kesempatan peserta didik dalam melakukan identifikasi, tapi dilakukan sebanyak mungkin dengan agenda masalah yang erat kaitannya dengan bahan pelajaran. Kemudian salah satunya ditunjuk dan dirumuskan berupa hipotesis, atau jawaban sementara dari pertanyaan masalah.

  • Penghimpunan Data

Jika rumusan dari hipotesis masalah sudah ditemukan, hal ini membuat para siswa mampu memberi kesempatan untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Tentunya informasi yang didapat relevan untuk digunakan dalam pembuktian, apakah hipotesis yang diambil benar atau tidak.

  • Olah Data

Data yang sudah dikumpulkan kemudian dilanjutkan dengan proses memasukkan informasi tersebut ke dalam bank data. Yang kemudian diolah serta dilakukan validasi lewat wawancara dan observasi baru yang kemudian ditafsirkan berdasarkan temuan yang didapat dari data itu.

  • Pembuktian

Proses ini dilakukan menggunakan tafsir dari data yang sudah dibilang valid, kemudian adanya pemeriksaan secara cermat. Hal itu dilakukan untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis dari yang sudah dihubungkan menggunakan proses hasil data.

  • Generalisasi

Hasil pembuktian pengolahan data kemudian ditarik kesimpulan yang bisa dijadikan sebuah prinsip umum dan digunakan kemudian berlaku untuk semua aktivitas atau masalah yang sama jika sebelumnya sudah melihat hasil verifikasi.

Penerapan Discovery Learning dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Jika sudah memahami langkah-langkah dalam mengawali pembelajaran discovery, terdapat beberapa contoh penerapan pembelajaran ini. Terutama dalam rencana pelaksanaan pembelajaran atau biasa disingkat RPP. Lantas apa saja contoh yang ada dalam penerapan discovery learning dalam hal ini? berikut ini beberapa di antaranya.

  • Fase stimulasi
  • Fase identifikasi masalah
  • Pengumpulan data
  • Pengolahan data
  • Pembuktian
  • Fase generalisasi
  • Fase penutup

Kelebihan

  • Membantu peserta didik dalam mengembangkan kesiapan diri dan penguasaan serta keterampilan secara kognitif.
  • Peserta didik mendapatkan pengetahuan secara mandiri sehingga pemahaman yang didapat mudah dimengerti dan tersimpan dalam pikirannya.
  • Memberi motivasi dan gairah dalam belajar pada peserta didik, hal ini membuat peserta didik merasa perlu untuk belajar lebih giat lagi.
  • Memberi peluang agar dapat berkembang serta maju sesuai dengan kemampuan dan apa yang diinginkan oleh peserta masing-masing.
  • Memperkuat serta menambah rasa percaya diri pada siswa, cara yang dipakai adalah menemukan sendiri bagaimana pembelajaran yang berpusat pada peserta didik lewat peran guru yang terbatas.

Kelemahan

  • Peserta didik diharuskan memiliki kesiapan dan mental yang matang, siswa harus berani dan memiliki keinginan untuk mengetahui keinginan sekitar dengan baik.
  • Dalam keadaan tertentu, untuk mewujudkan pembelajaran discovery learning sangat sulit untuk bisa diwujudkan.
  • Jika keadaan kelas memiliki banyak siswa atau terlalu banyak, sehingga metode ini tidak akan bisa dicapai dan memberi hasil memuaskan.
  • Guru dan peserta didik sudah sangat terbiasa dengan kegiatan belajar mengajar metode jaman dahulu, sehingga akan membuat siswa kecewa.
  • Munculnya kritik yang menyebut setiap proses dalam pemahaman model ini terlalu mementingkan proses pemahaman dan perkembangan sikap serta keterampilan berkurang.

Tujuan dan Manfaat Pelaksanaan Model Pembelajaran Discovery Learning

discovery learning

  • Membuat siswa memiliki kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran, dengan memahami kenyataan dilapangan.
  • Siswa menemukan pola atau situasi tertentu secara konkret dan abstrak dan memahami informasi tambahan yang didapat.
  • Peserta didik belajar untuk merumuskan strategi tanya jawab, menggunakan cara ini sebagai alat memperoleh informasi yang bermanfaat.
  • Membantu membentuk cara kerja sama yang efektif, adanya saling berbagai informasi, mendengar serta mengaplikasikan ide.
  • Beberapa fakta mengenai keterampilan, konsep dan prinsip yang dipelajari lewat discovery learning lebih bermakna.

Bagaimana Pandangan Pemerintah Mengenai Discovery Learning?

Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah memberi penjelasan terkait pelaksanaan Kurikulum 2013 dari Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016. Mengenai standar proses yang memakai tiga model pembelajaran, digunakan untuk membentuk perilaku hingga mengembangkan rasa ingin tahu, berikut di antaranya.

  • Model Pembelajaran Melalui Peningkatan/Penemuan (Discovery/Inquiry Learning)

Memahami konsep, pengertian dan hubungan dengan proses yang intuitif sehingga mampu mencapai kepada sesuatu yang disimpulkan. Pengalaman muncul jika seseorang terlibat dalam aktivitas yang dilakukannya, khususnya dalam penggunaan mental. Dilakukan dengan observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi dan menentukan.

  • Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Discovery-Based Learning/PBL)

Proses pembelajaran berbasi masalah yang tujuannya untuk mengembangkan instrumen penilaian proyek, basisnya dengan menggunakan model ini. Namun discovery learning yang dilakukan harus layak dan sebagai salah satu alternatif sekaligus inovasi dalam mengembangkan penilaian secara lebih operasional.

  • Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning/PJBL)

Model yang ketiga ini memiliki tujuan dalam mengembangkan instrumen penilaian proyek yang basisnya menggunakan model ini. Proyek yang dilakukan tentu memiliki manfaat dan dampak positif bagi peserta didik, khususnya dalam mempelajari hal baru tentang kehidupan maupun ilmu pengetahuan di sekitarnya.

Contoh Pembelajaran Discovery Learning dalam Pembelajaran Tematik Bermuatan IPA

Pembelajaran menggunakan metode ini belum cukup lancar untuk dipraktikan dan salah satu kasus yang terjadi menemukan jawaban bahwa sistem pembelajaran yang terjadi di dalam kelas kurang memiliki makna, hal itu diperlihatkan lewat respons siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran hingga cenderung malas menyelesaikan tugas.

Kasus ini terjadi di kelas VI SDN Banjarejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal dalam pembelajaran Tema I Subtema I Muatan Pelajaran IPA pada materi perkembangbiakan tumbuhan. Padahal metode ini menuntut para siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran, seperti bertanya dan menerapkan pola pikir deduktif.

Demikian penjelasan mengenai sistem pembelajaran discovery learning, mulai dari pengertian, langkah dalam penerapan, kelebihan dan kekurangan hingga contoh yang dapat dipahami dengan mudah. Sampoerna Academy memprioritaskan pengembangan keterampilan kognitif peserta didik dan kemampuan berkomunikasi serta menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata.

Sampoerna Academy menciptakan lingkungan yang mampu mendorong peserta didik dalam inovasi dan kolaborasi. Integrasi komunikasi dan kecakapan dalam berbagai macam bahasa, kemudian kerja sama dalam tim. Lulusan Sampoerna Academy akan mengambil peran kepemimpinan dalam masyarakat global dan merupakan seorang pembelajar yang kreatif seumur hidup.

Untuk informasi lebih lanjut terkait informasi seputar beasiswa, akademik, cara mendaftar dan juga kunjungan sekolah, dapat mengisi form yang ada di bawah ini dan team kami akan segera membantu.

[formidable id=7]

Referensi
Quipper