Juli 23, 2022

Cyanobacteria: Arti, Ciri-Ciri, Klasifikasi, hingga Perannya

cyanobacteria

Di dunia ini, bakteri merupakan salah satu organisme sederhana yang jumlahnya sangat banyak. Salah satu bakteri di dunia ini adalah Cyanobacteria atau dikenal dengan nama ganggang atau alga biru-hijau.

Dalam Bahasa Indonesia, Cyanobacteria sering ditranslasi menjadi sianobakteri atau sianobakteria. Lalu sebenarnya, apa itu Cyanobacteria? Berikut ini adalah penjelasan lengkap, termasuk pengertian, bentuk, habitat, sistem reproduksi, klasifikasi, hingga ciri-ciri Cyanobacteria.

Pengertian Cyanobacteria

Cyanobacteria adalah sebuah bakteri yang mendapatkan kebutuhan energinya melalui fotosintesis, juga sering dikenal dengan nama Cyanophyta. Bakteri ini masuk ke dalam filum Gram-negatif bakteri atau bakteri yang tak memiliki bercak crystal violet dalam metode bercak Gram untuk membedakan bakteri di dunia ini.

Nama Cyanobacteria berasal dari Bahasa Yunani Kuno, κυανός, yang berarti biru karena warnanya, sehingga bakteri ini juga dikenal dengan nama ganggang atau alga biru-hijau. Cyanobacteria adalah organisme pertama yang diketahui mampu memproduksi oksigen, hasil dari fotosintesis yang ia lakukan.

Bakteri ini diperkirakan menjadi pemeran penting dalam mengubah atmosfer bumi dulu kala dari yang sedikit memiliki oksigen, menjadi memiliki banyak oksigen, dalam sebuah peristiwa yang dikenal dengan nama Peristiwa Oksigenasi Besar.

Hal ini pula yang membuat adanya perkaratan besar-besaran di bumi dan secara dramatis mengubah besar-besaran komposisi makhluk hidup di bumi.

Cyanobacteria dikatakan sebagai mikroorganisme tersukses di dunia, karena memiliki banyak variasi, hingga bisa hidup di berbagai habitat di bumi, mulai dari air tawar, laut, daratan, pabrik garam, hingga sumber air panas.

Cyanobacteria kerap dikatakan memiliki kesamaan dengan alga, utamanya karena warna keduanya yang hampir mirip, bahkan Cyanobacteria kerap disebut sebagai alga biru-hijau.

Apa bukti bahwa Cyanobacteria memiliki kesamaan dengan alga?

Algae and marine plants

Keduanya sama-sama memiliki klorofil, artinya mampu melakukan proses fotosintesis, juga sama-sama menggunakan air sebagai sumber elektron, serta mereduksi karbon dioksida menjadi karbohidrat.

Keduanya juga prokariotik (beberapa alga) dan tak punya membran nukleus. Meski memiliki kesamaan, Cyanobacteria masuk dalam Kingdom Monera, sedangkan alga masuk ke dalam Kingdom Protista.

Baca juga: Hewan Ruminansia, Ciri, Anatomi dan Sistem Pencernaan

Klasifikasi Cyanobacteria

Cyanobacteria termasuk dalam Kingdom Monera. Mengapa cyanobacteria tergolong dalam Kingdom Monera?

Pada awalnya, bakteri ini digolongkan ke dalam Kingdom Plantae karena bisa berfotosintesis. Akan tetapi, Cyanobacteria ternyata punya struktur sel prokariotik yang sama dengan bakteri. Hal ini jadi alasan mengapa cyanobacteria tergolong dalam Kingdom Monera.

Cyanobacteria bisa diklasifikasikan menjadi beberapa ordo tergantung mampu tidaknya mereka membentuk spora, yaitu Ordo Chroococcales, Ordo Chamaesiphonales, dan Ordo Hormogonales.

Ciri-Ciri Cyanobacteria

Ciri utama Cyanobacteria adalah:

  • Punya ukuran tubuh yang berkisar 1 mm – 60 mm
  • Punya dinding sel yang mengandung lapisan peptidoglikan tipis
  • Dapat melakukan fotosintesis
  • Punya pigmen fikobilin
  • Bisa ditemukan di banyak tempat, seperti tanah yang lembab atau air bersih
  • punya struktur sel prokariotik

Bentuk dan Ukuran Tubuh Cyanobacteria

Cyanobacteria ada yang bentuk tubuhnya uniseluler dan multiseluler. Bentuk tubuh mereka ada yang benang (filamen) ataupun bulat soliter (sendiri dan koloni). Ukuran tubuh bakteri ini cukup besar, sekitar 1-60 mm dan bisa diamati dengan mikroskop cahaya biasa.

Struktur Sel Cyanobacteria

Struktur sel penyusun tubuh Cyanobacteria punya ciri utama memiliki dinding sel yang mengandung lapisan peptidoglikan yang tipis.

Sel Cyanobacteria terdiri atas bagian-bagian: lapisan lendir, dinding sel, membran plasma, membran fotosintetik, mesosom, sitoplasma, ribosom, granula penyimpanan, vakuola gas, protein padat, dan nukleoplasma (DNA).

Habitat Cyanobacteria

Sebagai salah satu organisme tersukses di bumi, Cyanobacteria bisa ditemukan hampir di seluruh bagian bumi. Banyak Cyanobacteria yang ditemukan di danau, laut, dan sungai. Cyanobacteria bisa dilihat dengan mata telanjang dengan warna biru-hijau, merah, hingga ungu kehitaman, yang akan membuat air tempat mereka berada bisa berubah warna sesuai dengan warna mereka.

Cyanobacteria berwarna biru-hijau bisa membuat air sawah jadi kehijauan, atau ada Cyanobacteria merah yang membuat laut di Timur Tengah berwarna merah sehingga disebut Laut Merah. Bakteri ini juga ditemukan di daerah miskin nutrisi seperti pantai sebagai tumbuhan perintis.

Selain itu, Cyanobacteria juga ditemukan di habitat ekstrim seperti tempat dengan tingkat keasaman tinggi atau temperatur tinggi.

Sistem Reproduksi Cyanobacteria

Berikut ini adalah beberapa sistem reproduksi yang dimiliki Cyanobacteria:

  1. Pembelahan Biner

Sistem reproduksi ini dimiliki oleh Cyanobacteria yang berbentuk filamen atau benang, dengan hasil pembelahan membuat filamen semakin bertambah panjang. Sel-sel hasil pembelahan ada yang langsung memisah, ada yang tetap bergabung dan membentuk koloni.

  1. Fragmentasi

Dalam sistem reproduksi ini, ada pemutusan sebagian tubuh organisme yang kemudian akan membentuk individu baru, terjadi pada Cyanobacteria yang berbentuk filamen. Pemutusan ini terjadi pada bagian-bagian tubuh tertentu pada sel-sel yang mati. Filamen hasil pemotongan disebut hormogonium.

  1. Pembentukan Endospora

Sistem reproduksi in terjadi dalam kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan bagi mereka, seperti saat kondisi kekeringan. Ada sel yang mengandung endospora bernama akinet, berukuran lebih besar dari sel lain, mengandung cadangan makanan, dan berdinding tebal.

Jika keadaan kemudian membaik, akinet ini akan tumbuh menjadi individu baru.

Peranan Cyanobacteria

Playdough art with fish and algae

Banyak dari spesies ini yang memiliki manfaat, entah bagi kehidupan manusia maupun kehidupan makhluk hidup lainnya, tergantung spesies Cyanobacteria tersebut, berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Nostoc di sawah yang direndam air membantu menyediakan nitrogen yang berguna dalam masa pertumbuhan padi.
  2. Spirulina punya protein tinggi dan bisa jadi sumber makanan yang disebut Protein Sel Tunggal (PST), dalam uji coba disajikan dalam bentuk pil.
  3. Cyanobacteria bisa mengikat nitrogen di alam, hal ini menguntungkan tanaman di sekitar mereka untuk bisa tumbuh subur.
  4. Sebagai vegetasi perintis, Cyanobacteria bisa membentuk lapisan di tanah gundul, membuat lingkungan tersebut bisa dihidupi tanaman yang lain.

Dampak Negatif Cyanobacteria

Meski memiliki banyak peranan positif dalam kehidupan, Cyanobacteria juga memiliki beberapa dampak negatif. Beberapa spesies dari bakteri ini ada yang memproduksi racun yang menyerang hati dan sel, sangat berbahaya untuk manusia dan hewan.

Keretakan bangunan bisa disebabkan oleh banyaknya bakteri Cyanobacteria yang menempel pada tembok. Cyanobacteria bisa menutupi permukaan perairan karena limbah industri dan pertanian yang bisa membuat Cyanobacteria tumbuh subur. Hal ini bisa menutupi ekosistem air di bawahnya sehingga tak mendapatkan sinar matahari dan oksigen yang cukup.

Demikian pembahasan mengenai cyanobacteria yang perlu diketahui. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai cyanobacteria ini, diperlukan belajar sambil praktik seperti yang diterapkan di Sampoerna Academy. Dengan penerapan belajar sambil praktik ini dapat memotivasi eksplorasi, kolaborasi, kreativitas, serta penerapan pengetahuan dan keterampilan para siswa.

Selain itu, dengan menerapkan sumber daya digital terbaik di dalam kelas, Sampoerna Academy menggunakan perangkat  belajar terbaik yang memungkinkan siswa menikmati belajar baik di dalam maupun di luar kelas.

Referensi

Wikipedia